Dirinya juga menyinggung soal sekelompok orang yang mengenakan atribut busana tertentu dengan keyakinan mereka bahwa jika tidak mengenakannya maka masuk neraka.
Menurut Agum Gumelar, ini adalah kesalahan dalam memahami.
“Terkait dengan pemikiran oknum yang bersikap keharusan mengenakan celana cingkrang, kalau tidak nanti masuk neraka, ini agak aneh. Ini keliru memahami,” jelasnya.
Masalah terkait keyakinan mengenakan pakaian tertentu menurutnya tidak bisa lepaskan dalam dari konteks budaya.
Baca Juga: BNPT dan CUTA Belgia Teken MoU Kerja Sama Penanggulangan Terorisme
“Ini soal budaya. Artinya budaya di tanah Arab yang berbeda dengan budaya Indonesia. Di Indonesia, bebas mengenakan busana yang rapi dan sopan sebagai muslim, tetapi tetap meyakini bahwa Pancasila sebagai ideologi dan dasar Negara. Di Arab tentu lain budayanya. Jadi soal busana itu budaya, tak ada hubungannya dengan surga dan neraka serta agama,” ungkapnya.
Sumber: sulsel.suara.com
Artikel Terkait
Chat Viral Reyhan Bacok Fara di UIN Suska: Isi Pesan Saksi Mata yang Bikin Merinding!
Impor Beras AS 1.000 Ton: Bukti Swasembada Palsu atau Strategi Diplomasi?
Ustaz Abdul Somad Beri Peringatan Keras: Inilah Pesan untuk Anak Muda Usai Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau
Jokowi Tantang Roy Suryo Cs: Kita Ketemu di Pengadilan! - Ini Pesan Tegasnya