Sebelumnya, warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengadu ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait nasib desa mereka yang makin rusak akibat aktivitas pertambangan batu andesit.
Tak hanya alam yang rusak akibat pertambangan itu, namun kini hubungan antarwarga juga mulai terpecah akibat ada yang mendukung dan menolak aktivitas pertambangan disana.
Pertemuan antara perwakilan warga Desa Wadas dan pengurus PBNU digelar di Kantor PBNU di Jakarta, Jumat (20/5/2022).
Marsono selaku perwakilan warga Desa Wadas mengaku jauh-jauh datang ke Jakarta untuk meminta bantuan PBNU agar bisa menghentikan perpecahan yang terjadi antar warganya.
“Kami menyampaikan ke PBNU karena situasi yang terkini adalah situasi yang terpecah belah, sehingga kami harapkan PBNU bisa bersama-sama menghentikan perpecahan di desa kami,” kata Marsono.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Surya Paloh dan NasDem di Pilpres 2029: Poros Kunci atau Penentu Kekalahan?
Mahfud MD Buka Suara Soal Alumni LPDF yang Hina Indonesia: Pemerintah Harus Introspeksi!
Virgoun & Lindi Fitriyana Resmi Nikah 26.02.2026: Lokasi dan Maskawin Masih Misteri!
Hendri Satrio Bentrok dengan Rencana Impor 105 Ribu Pick-up India: Esemka Bisa Langsung Bangkit!