“Untuk mengetahui kenyamanan itu perlu melihat semua aspek, dari yang bersifat makro maupun mikro,” katanya.
Advokat itu pun meminta agar penilaian itu sebaiknya diserahkan ke para ahli di bidang masing-masing.
Contohnya, para ahli politik dapat ditanya bagaimana kondisi politik saat ini.
“Di bidang hukum, kita bertanya apakah hukum kita makin baik. Lalu, ada juga aspek demokrasi, ekonomi, dan sebagainya,” paparnya.(*)
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Investasi Strategis PT Metro Timur Indonusa: Mengapa Startup Gagal Meski Produknya Bagus?
Dana Rp28 Triliun Soros Bocor ke Indonesia: Target Rahasia dan Kontroversi Intervensi Asing
SP-3 untuk Rismon: Perlindungan Hukum atau Imunitas untuk Kasus Ijazah Palsu?
Skandal Dapur MBG Ponorogo: Anggaran Siswa Dipotong, Intimidasi Hingga Pencatutan Nama Menteri!