Berada di puncak kekuasaan, Gerindra justru semakin dekat dengan Jokowi dan mendukung kebijakan-kebijakan yang sebelumnya mereka kritik.
Sorakan “Hidup Jokowi!” dalam HUT Gerindra menjadi bukti bahwa politik di Indonesia bukan lagi soal prinsip, tetapi soal kepentingan pragmatis.
Sebagai ruling party, Gerindra kini memiliki akses luas terhadap berbagai kebijakan negara.
Namun, apakah ini berarti bahwa seluruh kader dan pendukung Gerindra benar-benar menerima kenyataan bahwa mereka kini menjadi bagian dari mesin politik yang dulu mereka lawan?
Apakah transformasi Gerindra menjadi partai penguasa hanya demi kepentingan kekuasaan semata?
Rakyat di Persimpangan: Menelan atau Melawan Paradox?
Masyarakat Indonesia kini dihadapkan pada dilema besar. Di satu sisi, dunia internasional menunjukkan dengan jelas bahwa pemerintahan Jokowi sarat dengan masalah korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Namun, di sisi lain, sebagian besar elit politik justru terus membangun citra Jokowi sebagai pemimpin yang sukses dan layak didukung.
Propaganda yang masif, kontrol terhadap media, dan kooptasi terhadap partai politik membuat realitas yang ada semakin buram.
Jika Indonesia terus membiarkan paradoks ini terjadi, maka demokrasi yang selama ini diperjuangkan akan semakin kehilangan maknanya.
Sebaliknya, jika rakyat memilih untuk bersuara dan melawan kultus kepemimpinan yang tidak sehat ini, maka ada harapan bagi masa depan politik yang lebih bersih dan berintegritas.
Pada akhirnya, pertanyaan terbesar adalah: Apakah Indonesia masih punya keberanian untuk menghadapi kebenaran, atau kita akan terus larut dalam paradoks yang semakin menjauhkan kita dari keadilan dan kesejahteraan sejati? ***
Prabowo: Kita Berhasil Karena Didukung Oleh Presiden Ke-7, Hidup Jokowi! pic.twitter.com/XRtq4hda6p
Sumber: FusilatNews
Artikel Terkait
Kebobolan! Menkeu Ngaku Sistem Anggaran Kemenkeu Jebol, 21.801 Motor Listrik MBG Lolos Tanpa Izin
Kondisi Terbaru Kamaruddin Simanjuntak: Pengacara Pembongkar Kasus Sambo Kini Sakit – Begini Fakta Terkininya
Desak Bareskrim! 40 Ormas Islam Geruduk Polri Minta Ade Armando, Grace Natalie, dan Abu Janda Segera Diproses Hukum
Skandal Baru Trump: Jadi Sponsor Sportswashing Saudi di LIV Golf Demi Cuan Pribadi