POLHUKAM.ID - AHLI Digital Forensik Rismon Sianipar menyebut tiga cara untuk memastikan keabsahan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam Program Rakyat Bersuara bertajuk ‘Ijazah & Tudingan Mengkriminalkan Jokowi', di iNews, Selasa, 1 Juli 2025, RIsmon menyebut ketiga cara tersebut dinilai mudah dan dilakukan secara ilmiah.
“Sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara gampang, mudah, dan ilmiah. Yaitu dengan tiga aja lab perbandingan mengenai usia kertas dan usia tinta,” kata dia
Rismon mengakui, untuk usia kertas masih bisa diakali dengan menggunakan blanko dari universitas terkait.
Namun, usia tinta sulit untuk dipalsukan.
“Tetapi usia tinta itu tidak akan pernah bisa ditipu, satu minggu jadi itu di lab BRIN,” ujarnya.
Jenis tinta tahun sekarang atau tahun 2000-an itu jauh berbeda dengan tahun 1980-an, begitu juga dengan serat kertas, jenis kertas, pewarna kertas.
Rismon membeberkan detil-detil akademik yang dinilainya tidak masuk akal jika dikaitkan dengan gelar Sarjana Kehutanan yang disandang Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Mata kuliah wajib Matematika II dan Fisika, keduanya nilai D. Tidak ada nilai skripsi pada transkrip nilai. Terdaftar sejak awal dengan tingkat studi SM (Sarjana Muda),” kata Rismon (30/6/2025).
Artikel Terkait
Partai Prima Tantang Nasdem: Berani Naikkan PT ke 10 Persen, Kalau Sungguh-Sungguh!
Jokowi Dukung Revisi UU KPK 2024: Pengakuan Dosa atau Drama Politik 2029?
Usulan PT 7%: Ancaman Nyata bagi Kedaulatan Rakyat atau Cuma Rekayasa Politik?
Gibran vs Prabowo di 2029: Mampukah PSI dan Koalisi Strategis Jadi Penantang Serius?