Skenario Pemakzulan dan Karpet Merah untuk PDIP?
Lebih jauh, Rocky Gerung turut menganalisis skenario pemakzulan Gibran.
Meski proses formal melalui DPR, MPR, hingga Mahkamah Konstitusi (MK) dikenal rumit dan berliku, ia menyoroti adanya jalan pintas yang lebih efektif.
Menurutnya, tekanan publik yang masif bisa menjadi kunci perubahan.
"Cara yang lebih efisien adalah melalui tekanan politik, seperti demonstrasi mahasiswa, yang bisa mendorong Gibran untuk mengundurkan diri," tegas Rocky.
Namun, bagian paling mengejutkan dari analisisnya adalah prediksi mengenai siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan wakil presiden.
Rocky dengan yakin menunjuk satu partai politik yang menurutnya paling berkepentingan.
"Jika Gibran dimakzulkan, penggantinya kemungkinan besar berasal dari partai politik, dengan PDI Perjuangan disebut memiliki urgensi," ungkapnya.
Pernyataan ini langsung membuka kotak pandora spekulasi. Apakah ini sinyal adanya kompromi politik antara kubu Prabowo dengan PDIP?
Penunjukan PDIP sebagai pihak yang "memiliki urgensi" secara tidak langsung mengarahkan sorotan pada Puan Maharani, salah satu figur sentral partai banteng yang kini menjabat sebagai Ketua DPR RI.
Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit, posisi strategis Puan di Parlemen dan PDIP menjadikannya kandidat paling logis dalam skenario "pengambilalihan" kursi wakil presiden ini.
Analisis Rocky Gerung ini menyajikan sebuah peta jalan politik yang kompleks dan penuh intrik, di mana posisi Gibran menjadi sangat rentan di tengah potensi manuver kekuatan besar.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Viral! Respons Gibran Soal BBM Rp25 Ribu di Papua Bikin Netizen Geram, Ini Faktanya
Nasihat Rizal Ramli ke Rustam Effendi: Eggi Sudjana Bisa Balik Badan – Terbukti?
NasDem Sindir Gerakan Rakyat: Pilpres Masih Lama! Usai Usung Anies Capres 2029
Diplomasi Tingkat Tinggi: Rahasia di Balik Pertemuan Rahasia Eggi Sudjana dan Damai Lubis dengan Jokowi