Ia heran dengan dukungan Jokowi tersebut, mengingat pada era pemerintahan Jokowi di tahun 2023, pemerintah menetapkan 12 kasus pelanggaran HAM berat. Delapan di antaranya terjadi pada masa pemerintahan Soeharto.
"Kok bisa-bisanya sekarang Jokowi mendukung Soeharto sebagai Pahlawan Nasional," pungkasnya.
Kritik ini muncul setelah Jokowi menyatakan dukungannya terhadap wacana pengusulan Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai Pahlawan Nasional. Pernyataan itu disampaikan Jokowi pada Kamis, 6 November 2025.
"Ya, setiap pemimpin baik itu Presiden Suharto maupun Presiden Gus Dur pasti memiliki peran dan jasa terhadap negara," kata Jokowi.
Artikel Terkait
Ketua BEM UGM Bongkar 4 Fitnah Keji yang Diterimanya: Dari LGBT hingga Penilapan Dana
Sjafrie Sjamsoeddin Tolak Cawapres 2029: Ini Alasan dan Dampaknya bagi Peta Politik
Lukisan SBY Rp 6,5 Miliar Laku ke Raja Batu Bara: Apresiasi Seni atau Transaksi Politik?
Sidang Ijazah Jokowi Memanas: Kuasa Hukum Desak Presiden Hadir Langsung Bawa Bukti Asli