Faizal mengajak semua pihak agar diskursus publik tidak dibelokkan menjadi konten sensasional atau hanya untuk kepentingan politik tertentu. Ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi politik yang terbuka dan berkelanjutan.
Seruan untuk Mengedepankan Sikap Kenegarawanan
Faizal Assegaf menyerukan agar kedua tokoh utama tersebut dapat mengedepankan kepentingan bangsa yang lebih besar. "Kedua tokoh harus tampil menunjukkan sikap kenegarawanan. Kepentingan negara harus di atas kepentingan politik," tegasnya.
Ia memastikan bahwa penyelesaian perkara dugaan pemalsuan ijazah harus tetap diserahkan sepenuhnya kepada ranah pengadilan. Namun, stabilitas kondisi publik harus menjadi prioritas, sehingga jalur komunikasi politik harus tetap terbuka.
Dukungan Penuh untuk Komisi Reformasi Polri
Di akhir pernyataannya, Faizal menyatakan dukungan penuhnya kepada Komisi Reformasi Polri. "Kami mendukung langkah-langkah yang tengah dijalankan Komisi Reformasi Polri untuk menjadi institusi yang mampu bekerja secara profesional serta bebas dari tekanan politik dalam menangani isu publik yang sensitif," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kajian Online Tarik Konten & Minta Maaf ke SBY: Ada Apa Sebenarnya?
Partai Buruh Bongkar Alasan Menolak Pilkada DPRD: Ini Jebakan Politik Transaksional!
Koalisi Permanen Golkar: Wacana Ambisius atau Hanya Strategi Pilpres 2024?
Republik Fufufafa Slank: Bahaya Laten yang Masih Mengendalikan Indonesia Hingga 2029?