Rocky Gerung menjelaskan, kondisi ini terjadi karena NU yang memiliki basis nilai religiusitas kuat, akhirnya tergoda oleh praktik pragmatisme politik dan kepentingan bisnis.
"Organisasi yang didirikan dengan basis nilai yang kuat itu, akhirnya terseret harus terlibat karena panggilan suasana atau panggilan situasi yang bersejarah itu dalam politik, dan terakhir soal-soal bisnis," ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan NU ke depan akan ditentukan oleh tarik-ulur antara dua arus pemikiran. "Jadi, oke kita tunggu bagaimana evolusi dalam NU antara pikiran-pikiran akomodasionistik dan pikiran-pikiran pragmatik," pungkas Rocky Gerung.
Analisis ini muncul di tengah memanasnya konflik internal PBNU, yang menarik perhatian banyak kalangan akan masa depan dan konsistensi nilai organisasi.
Artikel Terkait
Ijazah Paket C Tiyo Ardianto Disorot, Buni Yani: Tak Masalah, Ini Justru Buktikan...
Roy Suryo Cs Terancam? Ini Alasan Proses Hukum Kasus Ijazah Jokowi Diprediksi Masih Panjang
Roy Suryo Bocorkan 3 Ciri Ijazah Asli UGM: Ini Alasan Ia Yakin 99,9% Dokumen Jokowi Palsu
Partai Prima Tantang Nasdem: Berani Naikkan PT ke 10 Persen, Kalau Sungguh-Sungguh!