Kanal Kajian Online Minta Maaf Resmi ke SBY dan Partai Demokrat
Pengelola kanal YouTube Kajian Online secara terbuka telah menyampaikan permintaan maaf kepada mantan Presiden sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Permintaan maaf ini terkait sejumlah konten yang dinilai tidak profesional dan tidak berimbang.
Pernyataan Maaf dan Penarikan Konten
Permintaan maaf disampaikan melalui sebuah pernyataan terbuka yang diunggah di kanal mereka. Dalam pernyataannya, pengelola mengakui telah menurunkan (take down) beberapa konten dan merevisi materi lainnya setelah menerima masukan dan saran dari pihak terkait.
"Mengawali video ini saya ingin meminta maaf dan berterima kasih kepada Pak SBY dan juga Partai Demokrat yang sudah memberikan saran pandangannya terkait beberapa konten di kajian online yang perlu mungkin lebih profesional, lebih baik. Dan beberapa yang harus di-take down sudah kita take down," ujar pengelola Kajian Online.
Komunikasi Bersifat Kekeluargaan dan Tanpa Tekanan
Pengelola menegaskan bahwa komunikasi dengan berbagai pihak berlangsung secara kekeluargaan, tanpa adanya tekanan atau ancaman. Pertemuan dilakukan dalam suasana diskusi santai untuk sekadar bertukar pandangan mengenai pengelolaan konten di platform YouTube.
Artikel Terkait
Prabowo Tuding Elit Politik Dibayar Hanya Bisa Nyinyir, Ini Bukti Swasembada Pangan 2025
Rahasia di Balik Retret Hambalang: Prabowo Uji Loyalitas Menteri Jelang 2026?
Retret Kabinet Prabowo 2026: Evaluasi Kinerja atau Uji Loyalitas di Balik Guyonan?
Partai Demokrat Laporkan 4 Akun Pendukung Jokowi: Maaf Tak Cukup, Proses Hukum Tetap Berjalan