Fahri Hamzah Bongkar Fakta Mengejutkan: Gagasan Global South Anies Ternyata Warisan Prabowo?

- Jumat, 23 Januari 2026 | 16:50 WIB
Fahri Hamzah Bongkar Fakta Mengejutkan: Gagasan Global South Anies Ternyata Warisan Prabowo?

"Kita malah jadi saling sikut, berlomba jadi yang paling tunduk. Jelas itu tidak bisa disebut sebagai kedaulatan," tegas Anies. Ia menilai dunia yang kini multipolar dan dinamis justru membuka peluang bagi negara menengah untuk membangun koalisi yang fleksibel, berbeda mitra untuk isu yang berbeda, tanpa loyalitas buta pada satu kutub kekuatan.

Peran Strategis Indonesia dalam Membangun Jembatan

Anies melihat pesan ini sangat relevan bagi Indonesia. Diplomasi harus proaktif dan menjadi jembatan, bukan sekadar pasif. "Kanada bicara dari posisi negara menengah Barat. Sedangkan Indonesia bisa mengambil peran sebagai jembatan antara negara-negara menengah Barat yang mulai melek ini dengan Global South," ujarnya.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki legitimasi di kedua sisi dan di tengah dunia yang terpecah, negara-negara menengah justru punya kesempatan emas untuk membentuk tatanan dunia baru yang lebih adil, asalkan berani bergerak bersama.

Gagasan Global South Prabowo Subianto yang Sudah Lama Disuarakan

Seperti disinggung Fahri Hamzah, catatan sejarah menunjukkan bahwa Menteri Pertahanan sekaligus mantan calon presiden Prabowo Subianto memang telah beberapa kali menyuarakan pentingnya persatuan Global South. Salah satunya saat kunjungan ke Turki pada April 2025, di hadapan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Prabowo menegaskan, "Kami harus menjadi kekuatan positif dan kekuatan penting di dunia Islam. Kami juga harus tampil, tanggung jawab kami, tanggung jawab kita berdua sebagai pemimpin dari global south, juga sebagai mitra strategis dalam tatanan global." Pernyataan ini memperkuat klaim bahwa wacana penguatan Global South telah lama menjadi bagian dari narasi politik luar negeri tertentu di Indonesia.

Halaman:

Komentar