Analisis: Langkah Jokowi Gabung PSI Dinilai Upaya Benturkan Hukum dan Politik
Langkah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang terjun ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai sebagai upaya strategis untuk membenturkan proses hukum dengan pengaruh politik. Tujuannya disebut untuk melemahkan jalannya penegakan hukum yang sedang dihadapinya.
Pandangan ini disampaikan Pengamat dari Citra Institute, Efriza, dalam diskusi dengan Kantor Berita RMOL, Jumat (6/2/2026). Menurutnya, Jokowi berusaha memengaruhi proses hukum lewat kekuatan politik.
Ketidakhadiran di Sidang vs Kehadiran di Rakernas PSI
Efriza menyoroti ketidakhadiran Jokowi di beberapa persidangan kasus ijazah dengan alasan kesehatan. Hal ini dinilai tidak sejalan dengan kehadirannya yang aktif di berbagai agenda politik, seperti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perdana PSI.
Artikel Terkait
Said Didu Bongkar Dalang di Balik Upaya Jatuhkan Prabowo: Bukan Oposisi, Tapi Kelompok Ini!
Prediksi Pilpres 2029: 7 Nama Kuda Hitam yang Siap Kalahkan Petahana dan Rebut Kursi RI-1
Bukan Prabowo, Petinggi TNI Sebut Opsi Pemakzulan Ini Jauh Lebih Realistis dan Risikonya Kecil
Tentara Israel Jejali Rokok ke Mulut Patung Bunda Maria di Lebanon: Aksi Hina yang Picu Kemarahan Umat Katolik