"Pilihan hadir di Rakernas PSI ketimbang sidang kasus ijazah membuka ruang tafsir kritis publik," ujar Efriza. Ia menegaskan bahwa politik tidak hanya bekerja atas fakta, tetapi juga persepsi yang terbentuk di ruang publik.
Strategi Politik Jokowi Hadapi Proses Hukum
Efriza yang merupakan Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) meyakini, Jokowi sepenuhnya sadar akan risiko persepsi publik. Menghadiri sidang berisiko mengikis citra dan pengaruh politiknya serta keluarga.
Sebaliknya, kehadiran di forum politik seperti Rakernas PSI berpotensi memperkuat posisi tawar, menjaga citra, serta mempertahankan kepentingan pribadi dan keluarga. Oleh karena itu, langkah ini dinilai sebagai strategi politik yang disadari sepenuhnya.
"Persepsi tentang pengaruh politik Jokowi di PSI dapat dipahami sebagai bagian dari strateginya menghadapi proses hukum secara terbuka," pungkas Efriza.
Artikel Terkait
Said Didu Bongkar Dalang di Balik Upaya Jatuhkan Prabowo: Bukan Oposisi, Tapi Kelompok Ini!
Prediksi Pilpres 2029: 7 Nama Kuda Hitam yang Siap Kalahkan Petahana dan Rebut Kursi RI-1
Bukan Prabowo, Petinggi TNI Sebut Opsi Pemakzulan Ini Jauh Lebih Realistis dan Risikonya Kecil
Tentara Israel Jejali Rokok ke Mulut Patung Bunda Maria di Lebanon: Aksi Hina yang Picu Kemarahan Umat Katolik