Rocky Gerung: Jogja Harus Tetap Jadi Ruang Diskusi Kritis, Bukan Arena Politik Pragmatis
YOGYAKARTA - Pengamat politik Rocky Gerung menegaskan bahwa tradisi intelektual Yogyakarta harus dijaga agar tidak terseret dalam politik pragmatis. Pernyataan ini disampaikannya dalam Public Lecture Series 002 di Embung Giwangan, Yogyakarta, Senin 16 Februari 2025.
Rocky Gerung menyebut Yogyakarta sebagai ruang diskusi dan perdebatan akademik yang vital. Ia mengingatkan agar kota pelajar ini tidak berubah menjadi arena kepentingan kekuasaan yang mengabaikan tradisi berpikir kritis.
"Jogja ini adalah tempat di mana orang datang untuk bertengkar secara akademis. Jangan sampai ruang ini dirampas oleh makhluk-makhluk pragmatis dan rakus yang ingin merampas hak generasi," tegas Rocky Gerung.
Surplus Ijazah dan Defisit Nilai dalam Pendidikan Tinggi
Dalam kesempatan itu, Rocky Gerung juga menyoroti kondisi pendidikan tinggi Indonesia. Ia menilai terjadi ketimpangan serius antara gelar akademik yang dihasilkan dan kualitas nilainya.
"Kita hari ini mengalami surplus ijazah, tapi defisit value. Banyak lulusan S3 akhirnya hanya jadi sopir ojek karena negara tidak mampu menyediakan ruang bagi pikiran mereka. Kenapa? Karena struktur teknokratis kita lebih banyak dikuasai oleh para dealer (pedagang kekuasaan), bukan leader," paparnya.
Artikel Terkait
Rocky Gerung Bongkar Skandal Pendidikan: Dari Anggaran Hilang hingga Sindir Tut Wuri Malsuin Ijazah
5 Tanda Hubungan Jokowi-Prabowo Retak: Ray Rangkuti Beberkan Bukti yang Makin Nyata
Rocky Gerung Bocorkan Strategi Rahasia Serang Jokowi yang Ditolak Tegas Prabowo di Pilpres 2019
Pilpres 2029: Prabowo Diprediksi Tak Tertandingi, Lawan Hanya Menabung Popularitas untuk 2034?