Survei yang dilakukan Indonesian Public Institute pada periode 30 Januari hingga 5 Februari 2026 itu mencatat sejumlah nama sebagai kandidat potensial untuk Pilpres 2029. Selain Sjafrie Sjamsoeddin, nama-nama lain yang muncul antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Analisis Pengamat: Peluang Pasangan Dua Purnawirawan TNI
Merespons kemunculan nama Sjafrie dalam survei, sejumlah pengamat politik pun memberikan pandangannya. Pengamat dari Lingkaran Madani, Ray Rangkuti, menilai peluang untuk memasangkan Prabowo Subianto dengan Sjafrie Sjamsoeddin sangat kecil. Alasannya, keduanya memiliki latar belakang yang sama sebagai purnawirawan TNI.
"Sebenarnya agak sulit Sjafrie dipasangkan dengan Pak Prabowo. Rasanya enggak mungkin ada dua orang TNI dipasangkan bersama-sama," ujar Ray Rangkuti pada Rabu, 18 Februari 2026.
Dengan penegasan tidak berminat dari Sjafrie Sjamsoeddin sendiri, isu mengenai kemungkinan dirinya menjadi cawapres 2029 diprediksi akan mereda. Pernyataannya ini juga memberikan gambaran lebih jelas mengenai peta politik awal menuju Pemilihan Presiden 2029.
Artikel Terkait
FKPPI DKI Jakarta Buka Suara: Ini Alasan Ajakan Saiful Mujani Gulingkan Prabowo Dinilai Bahaya!
Prabowo Tantang: Gulingkan Saya Kalau Bisa, Tapi Lewat Jalur Ini!
Mahfud MD Buka Suara: Kritik ke Prabowo Bukan Makar, Tapi Ini yang Sebenarnya Mengkhawatirkan
Renggangnya Prabowo-Dasco: Jalan Bagi Jokowi & JK Kuasai Pemerintahan?