POLHUKAM.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dinilai menjadi beban bagi Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih. Wacana perombakan kabinet atau reshuffle terhadap Bahlil pun dianggap sebagai langkah yang logis dan tepat untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan.
Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, menegaskan bahwa posisi Bahlil sudah layak dievaluasi secara serius. Menurutnya, jika tidak segera dilakukan reshuffle, Bahlil akan terus menjadi beban bagi Presiden Prabowo.
“Sangat logis bila Prabowo mereshuffle-nya. Bila tidak, Bahlil akan terus menjadi beban bagi Presiden Prabowo,” ujar Jamiluddin kepada RMOL, Sabtu, 25 April 2026.
Jamiluddin mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat Bahlil layak dicopot dari jabatannya. Salah satu penyebab utamanya adalah kegagalan dalam memitigasi risiko dan mencari solusi atas kebutuhan energi nasional, khususnya pasokan minyak dalam negeri.
Artikel Terkait
Terkuak! Video Ceramah JK yang Dituding Nistakan Agama Ternyata Hasil Manipulasi Konteks, Ini Fakta Lengkapnya
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Kembali Mencuat! Aktivis Desak Pengadilan Terbuka, Prabowo Diminta Turun Tangan
Menteri Keuangan Purbaya Bongkar Bobrok Birokrasi: Digeser Baru Nangis-nangis, 2 Dirjen Dicopot!
Mahfud MD Bongkar Alasan Hukum: Mengapa Tuduhan Makar ke Saiful Mujani Dinilai Mengada-ada?