"Nah dengan dua fenomena ini restu dengan Jokowi ini susah lalu tiga partai: Golkar, PAN dan PPP, sudah mengunci diri. Maka Prabowo kebingungan saat ini," imbuhnya.
Di sisi lain, Ujang juga memperkirakan peluang Prabowo berduet dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani sulit terwujud. Sebab secara psikologis keinginan Prabowo untuk menang di Pilpres 2024 sangat tinggi karena sebelumnya sempat kalah.
"Artinya Pak Prabowo sedang mengukur terkait proses pencalonan itu. Tetapi kan kita tahun kalau Gerindra tidak mengusung Pak Prabowo tentu elektabilitas Gerindra akan (terganggu). Oleh karena itu kader Partai Gerindra di seluruh Indonesia tetap mencalonkan Prabowo jadi capres," pungkasnya.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?
Prabowo 2029: Siapa yang Akan Jadi Cawapres dan Mengubah Peta Politik?