Selain itu, ia juga mengkritik para relawan Jokowi yang masih mengadakan Musyawarah Rakyat (Musra).
“Musra akan membahayakan, baik bagi calon sendiri apalagi membawa nama Presiden Jokowi dalam pencapresan. Dalam sistem multipartai politik, maka ada banyak alternatif saluran politik warga, dengan 9 Partai Politik warga negara tidak akan kekurangan saluran politik,” jelasnya.
Musra menjadi tidak etis dan kontraproduktif bagi calon yang potensial dimata partai politik.
“Berbeda dengan jika relawan terbentuk seiring terkoneksi dengan partai politik, dan secara administratif memang demikian. Relawan terdaftar di partai politik sebagai bagian dari timses resmi pemenangan,” pungkas Hasanuddin.
Sumber: suaranasional.com
Artikel Terkait
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?