Selain itu, ia juga mengkritik para relawan Jokowi yang masih mengadakan Musyawarah Rakyat (Musra).
“Musra akan membahayakan, baik bagi calon sendiri apalagi membawa nama Presiden Jokowi dalam pencapresan. Dalam sistem multipartai politik, maka ada banyak alternatif saluran politik warga, dengan 9 Partai Politik warga negara tidak akan kekurangan saluran politik,” jelasnya.
Musra menjadi tidak etis dan kontraproduktif bagi calon yang potensial dimata partai politik.
“Berbeda dengan jika relawan terbentuk seiring terkoneksi dengan partai politik, dan secara administratif memang demikian. Relawan terdaftar di partai politik sebagai bagian dari timses resmi pemenangan,” pungkas Hasanuddin.
Sumber: suaranasional.com
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?