“Apa kurangnya (Liz) Truss dalam berpidato? Tapi begitu merumuskan kebijakan negara keliru. Nah saya takut Indonesia, kita memilih pemimpin yang cuma jago retorika saja,” ujar Bahlil.
Lebih lanjut, dia menilai, Liz Truss memang punya cara bicara yang sempurna sebagai pemimpin. Namun, Truss membuat kebijakan yang keliru. Khususnya, saat Inggris mengalami krisis dan Truss memutuskan memangkas tarif pajak yang membuat pasar keuangan tidak percaya.
Berkat hal itu, lanjut Bahlil, nilai tukar uang poundsterling menjadi lebih rendah jika dibandingkan dengan dolar Amerika Serikat.
“Jadi pemimpin itu harus punya intuisi leadership dan ketepatan. Kalau ada pemimpin yang sudah pernah menjabat, cek track record-nya. Yang bagus itu adalah pandai pidato, pandai kerja. Itu ideal banget. Kedua cek banyak kerjanya dari pada pidatonya. Yang ketiga adalah cek kira-kira yang kalian mau seperti apa, negara ini harus maju,” kata Bahlil.
Sumber: inilah
Artikel Terkait
Prabowo Gelar Pertemuan Rahasia 5 Jam dengan Abraham Samad & Susno Duadji, Istana Buka Suara!
Prabowo vs Oligarki: Said Didu Bocorkan Target Geng Solo Parcok dalam Pertemuan Rahasia 4 Jam
Strategi Jokowi 2029-2034: PSI, Kaesang, dan Misteri Dinasti Politik yang Mengguncang Indonesia
Dokter Tifa Bongkar Alasan Jokowi Paksakan Diri ke Rakernas PSI: Sakit atau Strategi?