"Jadi pak Jokowi boleh bermanuver tetapi keputusan yang dia buat pada akhirnya harus mengikuti semacam tekanan dari publik," ujarnya.
Dia juga menambahkan jika Jokowi sadar itu dan jika terlalu lama dibiarkan semua orang yang di endorse olehnya bisa bersatu melawannya karena jengkel.
"Dalam dua tiga hari lalu saya anggap Jokowi mengirim semua mesin politiknya yang selama ini dipegang di Gerindra," tambahnya.
Hal tersebut menurutnya memang lebih aman daripada harus seolah mendukung Prabowo dan Ganjar.
"Secara pragmatis akhirnya Jokowi kirim semua pasukannya ke Prabowo," pungkasnya.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?