“Maka kami sedang mengkaji. Tadi malam kita rapat panjang dari jam 19.00 sampai 11.00 WIB malam dengan Habib Rizieq. Kita dalam status masih wait and see. Kita masih melihat,” kata dia.
“Tentu saja, kita mungkin akan menyampaikan dukungan ini sebelum atau setelah pendaftaran. Kami tidak ingin seperti membeli kucing dalam karung,” tambahnya.
Yusuf juga menegaskan bahwa komunikasi terkait dukungan Pilpres 2024 dengan pihak Prabowo sudah ditutup. “Enggak. Dari pihak Prabowo tidak ada (komunikasi) secara formal. Dan memang kita tak buka pintu,” katanya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie telah mengungkapkan percakapan santai Prabowo Subianto tentang pernah mendekati kelompok intoleran.
“Ya itu memang kita kritisi. Tapi beliau dalam percakapan santainya, tersiratnya sih saya lupa kata-kata persisnya. Tersiratnya, beliau menyiratkan penyesalan lah pernah mengambil langkah itu,” ujar Grace dalam kanal YouTube Total Politik, Sabtu (12/8/23).
Menurut Grace, Prabowo sempat berkelakar bahwa ada salah satu tokoh yang merapat ke pihak lain dan menjadi lawan politik bagi menteri pertahanan itu.
“Jadi ketika ada salah satu tokoh yang tadinya enggak ke situ beliau guyonnya begini. Saya sekarang ke sini, kenapa beliau ke sana. Begitu, jadi kurang lebih gitu,” ucapnya.
Ia merasa pernyataan Prabowo itu seakan-akan menggambarkan sebuah penyesalan. Akan tetapi, Grace mengaku tak menanyakan hal itu lebih jauh kepada Prabowo.
“Jadi kan tersiratnya penyesalan, saya juga enggak berusaha mendalami nanya lebih jauh. Yang saya tangkap begitu,” kata dia.
Sumber: mistar
Artikel Terkait
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran
Isu Kapolri Membangkang Prabowo: Opini Jahat atau Upaya Sistematis Serang Polri?
Misteri Dukungan Golkar 2029: Strategi Rahasia Bahlil untuk Kuasai Panggung Politik
Prabowo Dua Periode 2029: Cek Ombak Gerindra atau Sinyal Perang Koalisi?