Ia menyatakan bahwa istilah yang kurang populer atau tidak terlalu familiar dapat digunakan, tetapi harus dijelaskan dengan jelas untuk menjaga efektivitas debat.
"Supaya debatnya efektif, langsung to the point tentang substansi yang dipertanyakan," ujar Hasyim.
Hasyim juga mengingatkan agar penggunaan singkatan oleh satu kandidat tidak membuat bingung kandidat lainnya. Dalam konteks ini, kandidat diharapkan untuk menjelaskan pertanyaan dan tanggapan secara tegas selama berlangsungnya debat.
"Penggunaan singkatan yang dimunculkan satu kandidat membuat bingung kandidat lainnya. Jadi tidak lagi menambah pertanyaan yang itu singkatan dari apa, atau apa itu maksudnya," tambahnya.
Polemik terkait penggunaan singkatan muncul setelah cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan pertanyaan mengenai State of the Global Islamic Economy (SGIE) dalam debat cawapres sebelumnya.
Pertanyaan tersebut membuat rivalnya, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengakui bahwa ia tidak tahu kepanjangan dari singkatan tersebut.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: viralnews.id
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran