Jebolan UIN Jakarta ini melihat, pembelahan sosial pada Pilpres 2019 sulit dijembatani karena dua kutub yang ekstrem terus terlibat pertengkaran dan saling caci maki hingga saat ini. Padahal, pertengkaran itu tidak memiliki sumbangsih apa pun untuk kemajuan bangsa. "Soal persaingan, bentuknya harus friendly," ucap dia.
Ace mengatakan, koalisi tiga partai politik tersebut bertujuan untuk menjadikan Indonesia lebih makmur, lebih kaya, dan lebih maju di masa depan. Ia mengatakan, persaingan akan segera usai setelah pemilu juga usai.
Ace memastikan, Koalisi Indonesia Bersatu sangat inklusif. Koalisi ini masih terbuka untuk bekerja sama dengan partai politik lainnya. "Karena yang menyatukan kami adalah kesepakatan gagasan dan ide untuk membangun Indonesia," ucap mantan aktivis Ciputat ini.
Sumber: rm.id
Artikel Terkait
Republik Fufufafa Slank: Bahaya Laten yang Masih Mengendalikan Indonesia Hingga 2029?
Indonesia Kehilangan Peradaban? Ini Analisis Kritis Aktivis Senior Soal Hukum & Moral yang Tergerus
Presiden Prabowo Buka Suara: Menteri Turun ke Bencana, Pencitraan atau Bukti Nyata?
Gus Yahya Tantang Rais Aam: Selesaikan di Muktamar 2026! Ini Kata-Katanya