"Jadi ini nanti akan terjadi pertemuan antara kondisi sosial politik, dan ekonomi, kalau itu sudah bertemu nanti akan menjadi gelombang besar yang mungkin Jokowi sulit untuk membendung, meskipun dia berlindung dibalik TNI dan Polri, jadi sebelum ini terlanjur maka koreksi diri dan berbenah dirilah," ujarnya.
Karyono memprediksi, wujud gelombang besar itu tak bisa jadi serupa dengan gerakan reformasi. Ia pun menyebutnya sebagai gerakan reformasi jilid dua.
"Bisa jadi gerakan reformasi jilid kedua, itu bisa terjadi, kalau orde baru jilid dua sudah bangkit, bisa kok. Ini kan orde baru jilid kedua nih, yang baru-baru ini, apalagi nanti kalau berkuasa, hampir dipastikan itu kelihatannya orde baru jilid dua dengan format baru," tuturnya.
Karyono menilai, saat ini sudah banyak gejala yang mengarah pada kondisi tersebut. Karenanya, ia mengingatkan Jokowi untuk berbenah diri sebelum semuanya terjadi.
"Gejala-gejala sudah mulai muncul, ketidakpuasan masyarakat meningkat, penegakan hukum tumpul, mafia peradilan terjadi dimana-mana, kesenjangan ekonomi, kalau itu terjadi ya people power bisa terjadi," pungkasnya.
Sumber: akurat
Artikel Terkait
Anies Baswedan Datang ke Cikeas Tanpa Undangan: SBY & AHY Bereaksi, Ini Motif Tersembunyi!
Buku Otak Politik Jokowi Segera Terbit: Riset Neurologi Ungkap Sisi Lain Jokowi?
Menteri Bahlil Klaim Stok BBM Aman, IPO Minta Prabowo Waspada: Ini Risiko Krisis yang Disembunyikan?
Pertemuan Rahasia di Cikeas: Inikah Sinyal Awal Duet Anies-AHY untuk Pilpres 2029?