"(Kabinet Gus Dur) jumlahnya nggak jauh beda dari yang sebelum-sebelumnya dan sesudah-sesudahnya, jadi maksudnya ya proposional aja. Bahkan kita tahu sendiri, di zaman Gus Dur ada departemen-departemen yang dihapus malah. Jadi yang dilihat fungsi, kalau itu memang nggak berfungsi dengan baik, itu jadi lahan korupsi, ya dipotong aja," imbuhnya.
Cuitan itu pun sontak menuai beragam tanggapan dari pengguna X lainnya. Rupanya, tak sedikit warganet yang setuju dengan pendapat Inaya Wahid.
"Ya suatu saat nanti rakyat akan kembali membalas lalu mengatakan ndasmu," komentar @vanc*****
"Prabowo sama Mulyono sama saja. Bedanya yang satu memang gemukan," tambah @hana*
"Jujur aja, pesimis dengan pemerintahan ini karena semuanya juga adalah kumpulan para koruptor, penjilat, pengkhianat bangsa dan negara. Makanya kritikan rakyat cuma direspons dengan ndasmu," sahut @ralin**
"Wkwkw lagian kocak banget, presiden tapi pidatonya kayak curcol. Ndasmu ndasmu," timpal @lonne*******
👇👇
Semua kritikan kepada pemerintah hanya direspon dengan "endasmu"🙂 pic.twitter.com/qJzmTxD566
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran