"Tapi semangat kita memang tetap masih dalam konteks membangun bangsa kan. Artinya dua periode terutama pada kepemimpinan yang kemarin itu kan kita berantem terus," imbuhnya.
Ia mencontohkan Pilgub DKI 2017 lalu, PKS dan Gerindra atau kubu Prabowo juga bersaing.
Katanya, hal tersebut juga tak baik buat bangsa sehingga tahun ini bergabung.
"DKI juga berantem karena akhirnya kita juga nggak berkesempatan untuk mikirin negeri dan bangsa ini kan begitu," katanya.
"Padahal banyak hal-hal yang bisa dieksplor. Potensi-potensi positif yang bisa kita eksplor yang akan menjadi kekuatan kan begitu. Tapi ya berantem terus kalau nggak berujung begini kasihan Indonesia dan kasihan rakyat, kasihan bangsa kan begitu," imbuh dia.
"Akhirnya ya sudah lah kita mengambil ini," tutupnya.
Sumber: Kumparan
Artikel Terkait
Tuduhan Penistaan Agama ke Jusuf Kalla: Benarkah Sah Secara Hukum? Ini Kata Analisis!
Motor Rp42 Juta & Kaos Kaki Rp100 Ribu: Benarkah Anggaran Gizi Nasional untuk Rakyat?
Viral! Ketua PP Pemuda Katolik Diperiksa Polda, Ini Isi Ceramah Jusuf Kalla yang Dilaporkan
Jusuf Kalla Dituding Rusak Kerukunan: Potong Konten atau Ujaran Intoleran?