Penjelasan Ilmiah di Balik Perilaku Aneh Komet
Meski memicu spekulasi, percepatan non-gravitasi ini justru menjadi bukti perilaku komet yang tidak biasa. Fenomena ini kemungkinan besar disebabkan oleh outgassing atau pengeluaran gas secara masif saat inti komet memanas mendekati Matahari. Dorongan dari gas yang keluar inilah yang menciptakan percepatan tambahan.
Loeb memperkirakan, komet bisa kehilangan sepersepuluh massanya selama perihelion. Hilangnya massa ini diharapkan dapat terdeteksi sebagai gumpalan gas besar oleh misi wahana antariksa seperti JUICE milik ESA pada November 2025.
Pertanyaan yang Masih Membelit Para Astronom
Alasan di balik pencerahan yang sangat cepat dan perubahan warna komet 3I/ATLAS masih menjadi teka-teki. Para ilmuwan berspekulasi ini mungkin terkait dengan proses sublimasi material seperti karbon dioksida dan air di inti komet.
Sebagai objek antarbintang yang langka, banyak misteri 3I/ATLAS yang belum terpecahkan. Observasi lanjutan sangat penting untuk memahami sifat dan asal-usul komet misterius dari luar Tata Surya ini.
Artikel Terkait
Awas, Komet 3I/ATLAS Bukan Komet Biasa! Avi Loeb Ungkap Sinyal Misterius yang Bikin Merinding
Komet 3I/ATLAS Bukan Komet Biasa? Ahli Harvard Ungkap Sinyal Misterius yang Bikin Merinding!
Rekaman Bocor 3I/ATLAS: Benarkah NASA Aktifkan Pertahanan Planet untuk Kapal Besar dari Luar Angkasa?
Elon Musk Pamer Robot Tesla Optimus Berlatih Kung Fu