“Pemda sedang kita semangati, kita giring. Saya berharap perbankan yang menjalankan fungsi intermediasi perbankan itu juga bisa ikut mendorong ini,” ujar Wamenkeu.
Baca Juga: Ada 'This is DBS digibanking', Urusan Perbankan Dijamin Nggak Bikin Rumit
Di samping itu, Wamenkeu mengajak sektor perbankan untuk mendorong kredit yang mendukung keberlanjutan keuangan untuk sektor dan jasa yang mendukung terwujudnya energi hijau. Hal tersebut sejalan dengan komitmen Indonesia dalam pemenuhan net zero emission.
“Ibu Bapak yang ada di perbankan, yang mengelola perbankan pasti sudah bisa merasakan, financing untuk kegiatan-kegiatan yang non-green makin lama makin sulit, makin mahal. Tren ini akan berlanjut,” ungkap Wamenkeu.
Jika melihat realita jangka pendek, beberapa negara seperti Jerman kembali ke energi fosil karena terjadinya gejolak geopolitik. Namun demikian, Wamenkeu menilai transisi menuju energi hijau dan ekonomi hijau harus tetap dilakukan untuk jangka menengah dan panjang.
Baca Juga: Upaya Selesaikan Konflik Ukraina-Rusia Lewat Dialog, Fadel Muhammad: Jokowi Sosok Pemimpin Teladan
“Jangka pendek melindungi masyarakat, menjaga daya beli, menjaga inflasi. Tapi kita tidak lepas dari perspektif jangka menengah dan jangka panjang kita yaitu transition to green energy, green economy. Indonesia akan tetap menggiring menuju ke sana,” kata Wamenkeu.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid