"Vaksin stressing-nya di sapi perah dan sentralnya di Cangkringan dan Pakem (Sleman). Karena sapi perah menjadi cash money bagi peternak sehari-hari dan umurnya diharapkan panjang. Beda dengan sapi daging yang tiga atau empat tahun sudah disembelih, makanya diprioritaskan sapi perah diselamatkan terlebih dahulu dari sapi daging," kata Sugeng.
Sedangkan, untuk Kabupaten Gunungkidul dan Bantul mendapatkan alokasi vaksin masing-masingnya sebanyak 300 dosis. "UGM diberikan 100 dosis dan OPD kami 500 dosis. OPD juga mendapatkan alokasi vaksin supaya hewan di lingkungan pemerintah jangan sampai terkena PMK," ujarnya.
Alokasi vaksin tahap pertama ini tentu belum mencukupi untuk seluruh hewan ternak yang ada di DIY. Pasalnya, populasi hewan ternak di DIY sendiri mencapai lebih dari 800 ribu ekor.
Sugeng menyebut, pemerintah pusat akan kembali mendistribusikan vaksin untuk DIY pada Agustus 2022 nanti. Meskipun begitu, jumlahnya belum dapat dipastikan.
"Agustus Pak Menteri (Pertanian) berjanji akan berikan vaksin lebih besar dan berharap DIY diberikan dengan porsi lebih. Kita masih menunggu, apakah semua hewan berkuku belah nantinya diberikan vaksin, kita lihat di Agustus," tambahnya.
Sumber: repjogja.republika.co.id
Artikel Terkait
Anwar Usman Bisa Saja Menyesal Karir Hancur Gegara Gibran
VIRAL Beredar Foto MABA Fakultas Kehutanan UGM 1980, Tak Ada Potret Jokowi?
Gibran dan Dua Rekannya Ditangkap Polisi terkait Dugaan Penggelapan Duit Rp 15 Miliar
Kejagung Sita Rupiah-Mata Uang Asing Riza Chalid