"Bubarin DPR, ini kadang-kadang ya, masyarakat boleh kritik, boleh komplain, boleh caci maki, enggak apa-apa, kita terima. Tapi ada adab istiadat yang mesti disampaikan," kata Sahroni.
"Apakah dengan bubarkan DPR, memang meyakinkan masyarakat bisa menjalani proses pemerintahan sekarang ini? Belum tentu," ucapnya lagi beragumen.
Pria yang dikenal sebagai "Crazy Rich Tanjung Priok" ini menambahkan, mereka yang vokal menyuarakan pembubaran DPR adalah orang-orang yang tidak pernah merasakan duduk di kursi parlemen.
"Memang yang ngomong itu rata-rata orang yang enggak pernah jadi, duduk di DPR," imbuhnya.
Sikap defensif dan serangan balik dari Sahroni ini justru dinilai banyak pihak semakin menunjukkan jarak antara wakil rakyat dengan masyarakat yang diwakilinya.
Alih-alih merespons substansi kritik, dia justru memilih melabeli pengkritiknya dengan sebutan kasar.
👇👇
Sumber: Suara
Artikel Terkait
KPK Ungkap Travel Haji Ini Masih Ragu Kembalikan Uang Korupsi, Baru Rp100 Miliar Disetor!
Dibalik Pelapor Pandji: Jejak Politik Tersembunyi Rizki Abdul Rahman Wahid dan Koneksi ke Istana
DNA Rampok di Pajak Terbongkar! Agus Pambagio Ungkap Satu Cara Ekstrem untuk Hentikan Korupsi Rp 4 Miliar
KPK Ungkap Keterkaitan Jokowi dalam Skandal Korupsi Kuota Haji: Inikah Awal Mula Kasus Triliunan?