Roy Suryo: "Indikasi Ada yang 'Cair'"
Menanggapi pertemuan ini, komentar pedas datang dari salah satu tersangka klaster kedua, Roy Suryo. Komentarnya terkait dengan pernyataan kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netty, yang mengaku telah memegang dan merasakan emboss (huruf timbul) pada ijazah Jokowi saat gelar perkara khusus.
Roy Suryo menyanggah klaim tersebut. Dalam podcast Madilog di YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (7/1/2026), ia menyatakan bahwa ijazah yang diperlihatkan penyidik dilapisi plastik keras, sehingga mustahil jari bisa menyentuh bagian tengah emboss.
"Kalau itu diplastik semua, tangannya tuh nggak nyampai. Kok bisa tangannya nyampai, harusnya tuh nggak bisa," ujar Roy.
Ketika ditanya host mengenai indikasi dari pernyataan Elida, Roy Suryo menjawab dengan kalimat yang viral: "Yaa... indikasi ada yang cair lah," sembari tertawa. Pernyataan ini ditafsirkan banyak pihak sebagai sindiran mengenai adanya aliran dana atau transaksi tertentu.
Sanggahan dari Kuasa Hukum Roy Suryo
Kuasa hukum Roy Suryo, Abdul Gafur Sangadji, sebelumnya telah menyebut pernyataan Elida Netty sebagai "menyesatkan publik". Gafur menegaskan bahwa dalam gelar perkara, penyidik secara tegas menginstruksikan semua peserta untuk tidak menyentuh ijazah asli Jokowi yang dibuka dari segelnya.
"Saya pastikan bahwa apa yang disampaikan itu adalah keterangan yang menyesatkan publik... ijazah tersebut diperintahkan... 'tidak boleh diraba, tidak boleh dipegang, tidak boleh disentuh'," tegas Abdul Gafur Sangadji dalam keterangannya di kanal YouTube Official iNews.
Kesaksian Emosional Elida Netty
Di sisi lain, Elida Netty menggambarkan momen pembukaan ijazah sebagai pengalaman yang mengharukan. Ia mengaku deg-degan dan merinding saat akhirnya melihat dokumen yang jadi sumber polemik bertahun-tahun itu.
"Waktu map digunting, saya deg-degan. Ya Allah, akhirnya yang kita perdebatkan sekian tahun, sekarang ada sosoknya di depan mata," ujarnya di channel YouTube Cumicumi. Elida bersikukuh bahwa ia merasakan emboss, watermark, dan melihat kondisi kertas yang sudah tua serta robek di bagian bawah, yang meyakinkannya bahwa dokumen tersebut asli.
Pertemuan di Solo ini meninggalkan banyak tanya. Apakah ini murni silaturahmi, atau ada dinamika lain dalam proses hukum yang sedang berjalan? Komentar Roy Suryo semakin memanaskan suasana, membuat kasus yang sudah pelik ini terus menjadi perbincangan publik.
Artikel Terkait
MAKI Desak KPK Jerat Yaqut dengan Pasal TPPU: Uang Kuota Haji Diduga Dicuci?
Yaqut Cholil Qoumas Ditahan KPK: Ini Modus Korupsi Kuota Haji yang Rugikan Negara Rp1 Triliun
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polda, Ini Materi Mens Rea yang Picu Kontroversi
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan Polisi, Ini Materi Stand-Up Comedy yang Jadi Kontroversi