Rifaldi diikutsertakan sebagai tergugat II (dua) oleh penggugat suadara Abdul Rachman Thatha, dalam kasus perdata dengan nomor Register Perkara 111/Pdt.G/2023/PN Pal.
Menurut Ketua Tim Bela Profesi Peradi Sulteng M Wijaya S pembelaan hukum ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas sesama advokat yang sedang menjalankan tugas profesi.
Berdasarkan Pasal 14,15, dan 16 UU No 18 thn 2003 tentang Advokat dan keputusan Mahkamah Konstitusi advokat tidak dapat dituntut baik secara pidana maupun Perdata dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan klien di dalam sidang pengadilan maupun diluar Pengadilan.
"Jadi, kami berharap kedepan tidak ada lagi kriminalisasi kepada advokat, baik tuntutan pidana ataupun perdata kepada semua rekan advokat yang sedang menjalankan Tugas profesi," kata Wijaya. ***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metrosulteng.com
Artikel Terkait
Skandal Rp 450 Triliun! Siti Nurbaya & Misteri Pemutihan Sawit Ilegal Terbongkar
Nadiem Makarim Bongkar Fakta Harga Chromebook di Sidang Tipikor: Rp10 Juta atau Rp5,8 Juta?
KPK Panggil Lagi Yaqut Cholil Qoumas, Misteri Kerugian Triliunan dari Kasus Kuota Haji Terkuak?
Mengungkap Skandal Nikel Rp 2,7 T: Jampidsus Geledah Rumah Mantan Menteri LHK & Anggota DPR!