Iran Sampaikan Ancaman dan Kesiapan Militer
Dalam kesempatan yang sama, Baghaei juga mengungkapkan bahwa dalam komunikasi tidak langsung tersebut, Iran tidak ragu menyampaikan peringatan keras. Peringatan itu menyangkut dampak serius yang akan timbul jika AS melakukan serangan terhadap infrastruktur penting Iran.
Dia menegaskan bahwa militer Iran berada dalam kondisi siap siaga penuh dan mampu merespons setiap serangan dari AS maupun Israel dengan tegas, cepat, dan efektif.
Parlemen Iran: Negosiasi Saat Ini Tidak Ada Artinya
Pandangan senada datang dari anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Rezaei. Melalui sebuah unggahan di media sosial X, Rezaei menyatakan bahwa melakukan negosiasi dengan AS dalam kondisi tekanan saat ini adalah hal yang tidak rasional.
"Negosiasi dalam kondisi saat ini tidak rasional. Musuh hanya memahami bahasa kekuatan dan rudal," tulis Rezaei. Pernyataan ini semakin mengukuhkan posisi keras Iran yang lebih mengedepankan kekuatan dan kewaspadaan militer dalam merespons tekanan dari Washington.
Artikel Terkait
Trump vs Iran di Selat Hormuz: Mengapa AS Ragu dan Dunia Waspada?
Peringatan Terakhir Arab ke Iran: Apa Dampaknya Bagi Indonesia dan Dunia?
Joe Rogan Sebar Teori Netanyahu Sudah Meninggal? Ini Fakta yang Mengejutkan
Trump Ultimatum Iran 48 Jam: Hancurkan Pembangkit Listrik Nuklir Jika Selat Hormuz Tetap Tertutup?