Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengonfirmasi gencatan senjata awal selama dua minggu. Negosiasi lebih lanjut direncanakan berlangsung di Islamabad mulai 10 April. Meski demikian, pejabat Iran menegaskan jeda ini "bukan akhir perang" dan sifatnya masih bersyarat.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan akan mengizinkan jalur maritim aman di Selat Hormuz selama pembicaraan, dengan koordinasi angkatan bersenjata. Sementara itu, Donald Trump mengumumkan penangguhan rencana serangan ke Iran, bergantung pada pembukaan selat yang aman.
Analisis dan Potensi Dampak Kesepakatan
Kesepakatan ini berpotensi menjadi titik balik signifikan. Penerimaan Trump terhadap proposal Iran menuai berbagai reaksi. Media pemerintah Iran menyiarkan gambar dengan narasi "Trump mundur secara memalukan" dan "menerima persyaratan Iran".
Di sisi lain, politisi seperti Senator Demokrat Chris Murphy menyoroti risiko, terutama mengenai kontrol Iran atas Selat Hormuz. "Siapa yang tahu apakah semua pernyataan itu benar, tapi apakah perjanjian ini memberi Iran hak untuk mengendalikan selat itu, yang merupakan bencana besar bagi dunia," ujarnya kepada CNN.
Kesepakatan ini, jika berjalan, tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral AS-Iran, tetapi juga dapat mengubah dinamika keamanan dan stabilitas di seluruh kawasan Timur Tengah. Keberhasilan negosiasi di Islamabad akan menjadi kunci.
Artikel Terkait
Mojtaba Khamenei Kritis: Laporan Rahasia AS-Israel Ungkap Siapa Pengendali Sebenarnya Iran?
Trump Setuju Gencatan Senjata 2 Minggu dengan Iran: Syarat Rahasia & Peran Penting Pakistan Terungkap
Trump Ancam Musnahkan Iran Malam Ini: Apa yang Akan Terjadi?
Trump Klaim Warga Iran Minta Dibombardir: Apa yang Sebenarnya Terjadi?