IAF telah mengadakan empat latihan skala besar yang mensimulasikan serangan terhadap Iran selama sebulan terakhir.
Latihan pertama termasuk menghadapi radar dan sistem deteksi Iran, seperti yang melindungi instalasi nuklirnya.
Selain itu adalah simulasi penerbangan tempur jarak jauh, dalam hal ini ke tujuan di Eropa.
Latihan berikutnya termasuk langkah-langkah defensif terhadap senjata siber dan sistem peperangan elektronik, yang dapat digunakan oleh Iran untuk melemahkan operasi militer Israel.
Berita tentang kemajuan dalam kesiapsiagaan militer datang hanya sehari setelah Perdana Menteri Naftali Bennett mengeluarkan pernyataan keras mengenai Iran.
“Strategi Iran telah berubah sejak tahun lalu, bertindak melawan kepala dan bukan hanya lengannya, seperti yang kami alami dalam beberapa tahun terakhir,” kata Bennett kepada kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Trump Tuntut Deportasi Anggota Kongres AS: Mungkinkah Hukum Dikalahkan?
Iran Tuduh AS & Israel Pakai Propaganda Nazi Goebbels: Apa Target Sebenarnya di Balik Isu Nuklir?
Blok Sunni Baru Pimpinan Turki-Mesir: Ancaman Nuklir yang Lebih Menakutkan dari Iran bagi Israel?
Hegemoni AS Terbongkar: Alasan Israel Bebas Iuran Board of Peace yang Bikin Dunia Geram