IAF telah mengadakan empat latihan skala besar yang mensimulasikan serangan terhadap Iran selama sebulan terakhir.
Latihan pertama termasuk menghadapi radar dan sistem deteksi Iran, seperti yang melindungi instalasi nuklirnya.
Selain itu adalah simulasi penerbangan tempur jarak jauh, dalam hal ini ke tujuan di Eropa.
Latihan berikutnya termasuk langkah-langkah defensif terhadap senjata siber dan sistem peperangan elektronik, yang dapat digunakan oleh Iran untuk melemahkan operasi militer Israel.
Berita tentang kemajuan dalam kesiapsiagaan militer datang hanya sehari setelah Perdana Menteri Naftali Bennett mengeluarkan pernyataan keras mengenai Iran.
“Strategi Iran telah berubah sejak tahun lalu, bertindak melawan kepala dan bukan hanya lengannya, seperti yang kami alami dalam beberapa tahun terakhir,” kata Bennett kepada kepada Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset.
Sumber: genpi.co
Artikel Terkait
Iran Berencana Tarik Tol Rp257 Triliun di Selat Hormuz: Mampukah Hadapi Penolakan AS?
Gempuran 11 Kota Lebanon Menit Terakhir Jelang Gencatan Senjata, Hizbullah Langsung Balas Dendam
Dubes Rusia Bongkar Fakta: AS & Israel Dituding Jadi Dalang Eskalasi Konflik Timur Tengah
Iran Bongkar Jaringan Mossad: 35 Agen Teroris & Senjata Diamankan, Begini Modus Operasinya!