Untuk memastikan niat kemanusiaan ini tidak disalahartikan atau dieksploitasi, Ace menggarisbawahi satu syarat mutlak yang menjadi pondasi dari seluruh operasi ini: para pasien dari Gaza wajib dipulangkan setelah kondisi mereka pulih.
"Tentu nanti setelah mereka sehat kembali, harus dikembalikan ke Gaza," ujar Ace dengan penekanan.
Prinsip "tiket pulang" ini adalah jaminan non-negosiasi dari Indonesia.
Ini adalah pesan kepada dunia bahwa bantuan yang diberikan tidak bertujuan untuk mengubah demografi Palestina, melainkan untuk menjaga kelangsungan hidup bangsanya agar bisa kembali membangun negerinya.
Rencana besar ini merupakan realisasi dari janji yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah konferensi di Yordania pada April lalu.
Menteri Luar Negeri Sugiono sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa Pulau Galang menjadi salah satu alternatif lokasi utama.
Langkah ini juga bukan keputusan sepihak.
Presiden Prabowo dilaporkan telah melakukan safari diplomasi, berkonsultasi dengan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk mematangkan rencana ini.
Namun, di atas semua persiapan dan diplomasi tingkat tinggi, ada satu lampu hijau yang paling ditunggu.
Kementerian Luar Negeri RI menegaskan, seluruh rencana evakuasi dan pengobatan ini hanya akan dieksekusi setelah mendapat persetujuan penuh dari otoritas Palestina.
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Pembina Pramuka Cikarang Diduga Perkosa Siswi Berulang Kali, Modusnya Mengejutkan!
Geger! Pria di Gowa Diduga Rudapaksa Mertua Sendiri, Ditangkap Usai Bersembunyi di Plafon
Ko Erwin Diburu Bareskrim: Inikah Bandar Narkoba yang Biayai Mantan Kapolres Bima?
Motif Cinta Ditolak, Pelaku Bacok Mahasiswi UIN Suska Riau Terancam 12 Tahun Penjara!