Berkat rekaman video amatir dari masyarakat yang berada di lokasi kejadian, publik dapat melihat dengan jelas bagaimana rantis Brimob melaju dan melindas korban.
Tanpa adanya rekaman-rekaman tersebut, narasi resmi bisa jadi berbeda dan kebenaran menjadi sulit untuk diungkap.
Video tersebut menjadi bukti tak terbantahkan yang mendesak aparat untuk mengusut tuntas insiden tersebut dan menangkap tujuh anggota yang terlibat.
Najwa menambahkan bahwa sejarah telah mencatat banyak kasus kekerasan aparat yang berhasil dibongkar justru karena keberanian warga merekam menggunakan ponsel mereka.
Oleh karena itu, aturan yang dibuat seharusnya tidak membatasi hak fundamental warga untuk melakukan pengawasan.
Menurutnya, esensi demokrasi dalam sebuah unjuk rasa bukan hanya soal kebebasan berpendapat, tetapi juga bagaimana negara memperlakukan warganya.
"Dalam demokrasi, demo itu bukan cuma yang berteriak di jalan, tapi soal bagaimana negara lewat aparatnya memperlakukan warganya apakah adil dan manusiawi. Jadi, kamera publik harusnya jadi cermin, bukan justru malah dihindari dan membuat publik tidak bisa melihat secara lebih jernih," pungkasnya.
👇👇
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Kritik Mahasiswa vs Program Prabowo: Analisis Strategis KDKMP, Danantara, dan MBG
Chat Viral Reyhan Bacok Fara di UIN Suska: Isi Pesan Saksi Mata yang Bikin Merinding!
Impor Beras AS 1.000 Ton: Bukti Swasembada Palsu atau Strategi Diplomasi?
Ustaz Abdul Somad Beri Peringatan Keras: Inilah Pesan untuk Anak Muda Usai Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau