Redenominasi Rupiah 2027: Rp 1.000 Jadi Rp 1, Apa Risiko dan Manfaatnya?

- Minggu, 09 November 2025 | 12:50 WIB
Redenominasi Rupiah 2027: Rp 1.000 Jadi Rp 1, Apa Risiko dan Manfaatnya?

Pandangan Ekonom: Implementasi Tidak Bisa Tergesa-gesa

Ekonom Bhima Yudhistira dari CELIOS memberikan peringatan. Menurutnya, implementasi redenominasi membutuhkan persiapan panjang, sekitar 8-10 tahun, bukan hanya 2-3 tahun. Risiko utama adalah pembulatan harga oleh pelaku usaha yang bisa memicu inflasi tersembunyi. Selain itu, sosialisasi dan penyesuaian administrasi di seluruh sektor, terutama ritel, menjadi tantangan besar mengingat mayoritas transaksi masih tunai.

Manfaat Redenominasi Rupiah

Jika diterapkan dengan baik, redenominasi rupiah diyakini memberikan beberapa manfaat:

  • Memperkuat persepsi nilai rupiah di kancah internasional.
  • Meningkatkan efisiensi transaksi dan pembukuan, termasuk di bursa efek.
  • Menyederhanakan sistem pencatatan keuangan negara dan perusahaan.
  • Menjadi penanda menuju level ekonomi yang lebih maju.

Dampak dan Risiko Redenominasi

Kebijakan ini membawa dua sisi, positif dan negatif:

Dampak Positif: Efisiensi ekonomi, penyederhanaan transaksi, dan peningkatan citra rupiah.

Dampak Negatif / Risiko:

  • Kepanikan masyarakat jika sosialisasi kurang.
  • Potensi kenaikan harga akibat pembulatan (misal, Rp 5.800 jadi Rp 6, bukan Rp 5,8).
  • Biaya penerapan yang besar untuk sosialisasi, pencetakan uang baru, dan penyesuaian sistem.
  • Kebingungan dalam transaksi selama masa transisi.

Dengan dimasukkannya redenominasi ke dalam Renstra 2025-2029, wacana pemangkasan angka nol pada rupiah resmi kembali menjadi agenda nasional. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada persiapan matang, sosialisasi masif, dan stabilitas ekonomi pendukung.

Halaman:

Komentar