Sejumlah tokoh muda Nahdliyin diam-diam berkunjung dan bertemu Presiden Israel Isaac Herzog. Kunjungan yang mendapat kecaman luas ini kemudian disesali oleh Gus Yahya, yang menyatakan bahwa kunjungan itu adalah inisiatif pribadi tanpa mandat kelembagaan PBNU.
2. Kedatangan Pemikir Pro-Zionis (Agustus 2025)
Peter Berkowitz, pemikir AS yang diketahui mendukung Zionisme, diundang sebagai narasumber di Universitas Indonesia (UI) dan dalam sesi Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU. Terungkap bahwa kedatangannya atas usulan Gus Yahya, yang juga Ketua MWA UI. Gus Yahya kembali meminta maaf atas insiden ini, mengakui kurang kecermatan dalam memeriksa latar belakang narasumber.
Pengakuan Gus Yahya dan Lawatan ke Israel
Gus Yahya sendiri mengakui telah beberapa kali melakukan lawatan ke Israel, bahkan sebelum menjabat Ketua Umum PBNU. Ia menyatakan bahwa kunjungannya dimaksudkan untuk "engagement komprehensif" guna merintis perdamaian, dan mengaku pernah bertemu dengan PM Benjamin Netanyahu dan Presiden Reuven Rivlin. Namun, ia mengakui bahwa pemerintah Israel hingga kini belum memenuhi aspirasi perdamaian yang disampaikannya.
Dampak dan Proses Internal NU
Surat dari Rais Aam PBNU ini menunjukkan proses internal yang serius dalam menegakkan aturan organisasi. Poin-poin dalam surat merujuk pada Peraturan Perkumpulan NU tentang pemberhentian tidak dengan hormat bagi fungsionaris yang dianggap mencemarkan nama baik organisasi. Perkembangan ini menjadi ujian bagi tata kelola dan konsistensi sikap organisasi masyarakat terbesar di Indonesia ini di tengah isu global yang sensitif.
Artikel Terkait
Viral! Pesta Miras dan Dugem di Halaman Puskesmas, Dinkes Buka Suara Soal Fakta Mengejutkan Ini
Atalia Praratya Buka Suara: Ini Alasan Isu Lisa Mariana & Aura Kasih Tak Masuk Gugatan Cerai Ridwan Kamil
Partai Demokrat Buka Suara: Roy Suryo Bukan Kader, SBY Dituding Dalang Ijazah Jokowi?
Insanul Fahmi Buka Bukti Nikah Siri dengan Inara Rusli di Podcast Richard Lee, Ini Isinya!