Trump Sebut Petro Pria Sakit, Colombia Ancam Angkat Senjata: Ini yang Terjadi di 2026

- Selasa, 06 Januari 2026 | 10:50 WIB
Trump Sebut Petro Pria Sakit, Colombia Ancam Angkat Senjata: Ini yang Terjadi di 2026

Ambisi Kontrol AS: Kepentingan di Atas Prinsip dan Kerja Sama

Aksi terbaru AS ini mengungkap pola konsisten dalam kebijakan luar negerinya: kepentingan nasional di atas prinsip, dan kontrol di atas kerja sama setara. Kedekatan pemerintahan Trump dengan oposisi sayap kanan Colombia serta harapan mereka akan perubahan rezim mengungkap tujuan akhir, yaitu memastikan pemerintahan yang tunduk pada kehendak Washington berkuasa. Skrip ini terlihat dari sejarah intervensi AS di Amerika Latin: yang patuh didukung, yang menentang diisolasi atau digulingkan.

Deklarasi 'Angkat Senjata' Petro: Cermin Kelelahan Historis Amerika Latin

Respons Presiden Gustavo Petro untuk "kembali mengangkat senjata" adalah cermin dari kelelahan historis kawasan Amerika Latin. Pernyataan ini merefleksikan akumulasi rasa terhina dan dorongan perlawanan akibat intervensi AS yang berkepanjangan. Colombia, yang telah melalui proses perdamaian internal yang sulit, kini melihat pemimpin terpilihnya dihadapkan pada stigmatisasi dan ancaman dari negara yang seharusnya menjadi mitra. Ini mengungkap persepsi kejam bahwa bagi pusat kekuasaan tertentu, peran Amerika Latin hanyalah sebagai bawahan, bukan mitra setara.

Kesimpulan: Masa Depan Hubungan AS-Amerika Latin di Ujung Tanduk

Eskalasi ketegangan antara Donald Trump dan Gustavo Petro pada Januari 2026 menunjukkan bagaimana diplomasi arogan dapat mengubah mitra potensial menjadi musuh. Pemerintahan AS mungkin mengira tekanan dan ancaman akan menghasilkan kepatuhan. Namun, mereka mungkin meremehkan kekuatan martabat nasional dan resistensi terhadap hegemoni. Ketika bahasa kekuasaan hanya menyisakan makian, ia kehilangan legitimasi moralnya. Stabilitas jangka panjang di Amerika Latin tidak akan dibangun di atas penderitaan dan kemarahan, tetapi atas dasar penghormatan, kesetaraan, dan kerja sama yang tulus antar bangsa.

Halaman:

Komentar