Untuk menghindari keterkaitan dengan PSI, Ade Armando memilih mundur dari partai tersebut. Meskipun PSI tidak menganggap tindakan Ade Armando sebagai pelanggaran aturan partai, Grace Natalie yang merupakan wajah PSI juga ditegaskan tidak akan didampingi secara hukum oleh partai. PSI rela melepaskan dua ikon utamanya demi memutus hubungan dengan kasus ini. Sementara itu, Permadi Arya atau Abu Janda bukanlah kader PSI, dan partai tersebut serius ingin menjauh dari citra anti-Islam.
Ade Armando sempat menyebut bahwa tindakannya dan PSI adalah bagian dari satu strategi, namun ia segera merevisi pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa ini murni berasal dari hati nurani. Ia tidak ingin nama baik PSI tercoreng karena ulah pribadinya. Namun, belum diketahui apakah strategi ini akan berhasil.
Citra keislaman JK sangat kuat. Jika serangan terhadap JK bukan soal penistaan agama, mungkin ceritanya akan berbeda. Sebagai alumni HMI, Ketua Dewan Masjid Indonesia, tokoh perdamaian konflik Poso dan Ambon, serta tokoh Bugis-Makassar, tuduhan penistaan agama terhadap JK dianggap tidak tepat sasaran dan tidak masuk akal. Siapa yang akan percaya?
(Direktur ABC Riset & Consulting)
Artikel Terkait
Elektabilitas Anies Baswedan Melonjak! Siap Sambut 2029? Ini Fakta di Balik Sepinya Pemberitaan
Remaja 18 Tahun di Jepara Digilir 8 Pria, Polisi Buru Pelaku di 3 TKP Berbeda
Bakom RI Gandeng 21 Homeless Media: Strategi Baru Jangkau 100 Juta Audiens Digital
Modus Keji Kiai Cabul Pati: Iming-Iming Hubungan Badan Sembuhkan Penyakit, Santriwati Bergilir Jadi Korban Selama 3 Tahun