Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan tanggapan keras terhadap respons Jusuf Kalla (JK) atas laporan dugaan penistaan agama yang diajukan kepada JK. Ketegangan antara PSI dan JK semakin mencuat karena kasus ini tidak bisa dilepaskan dari kedua pihak yang terlibat.
JK dituduh sebagai pendana Roy Suryo dan kawan-kawan oleh pihak yang diduga pendukung Presiden Jokowi. Sebagai balasan, JK melaporkan mereka ke polisi dan meminta Jokowi membuka ijazahnya, yang simbolnya identik dengan PSI. Tak lama kemudian, JK dilaporkan balik oleh kelompok yang berlatar belakang PSI terkait video lamanya.
Aktor-aktor dalam kasus ini, mulai dari penyerang, pelapor, hingga pendukung seperti Ade Armando dan Grace Natalie, semuanya terkait erat dengan PSI. Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, awalnya berniat mendamaikan anggotanya dengan JK. Namun, JK justru merespons serius dengan mengumpulkan tokoh-tokoh konflik Poso dan Ambon di rumahnya.
Alih-alih meredakan situasi, PSI justru menegaskan bahwa laporan terhadap JK atas dugaan penistaan agama tidak akan dicabut. Mereka memilih membiarkan proses hukum berjalan. Akibatnya, 40 organisasi Islam berkumpul di rumah JK dan melaporkan Ade Armando, Grace Natalie, serta Permadi Arya, sehingga situasi semakin memanas.
Artikel Terkait
Elektabilitas Anies Baswedan Melonjak! Siap Sambut 2029? Ini Fakta di Balik Sepinya Pemberitaan
Remaja 18 Tahun di Jepara Digilir 8 Pria, Polisi Buru Pelaku di 3 TKP Berbeda
Bakom RI Gandeng 21 Homeless Media: Strategi Baru Jangkau 100 Juta Audiens Digital
Modus Keji Kiai Cabul Pati: Iming-Iming Hubungan Badan Sembuhkan Penyakit, Santriwati Bergilir Jadi Korban Selama 3 Tahun