"Saya bisa selamat seperti itu karena saya gemuk. Jadi rupanya yang ditendang oleh para pengeroyok ini adalah daging dan lemaknya, bukan tulangnya. Ternyata ada untungnya juga jadi orang gemuk ya," ujar Ade sembari tertawa.
Lebih lanjut Ade pun berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah menyelamatkannya saat kejadian pengeroyokan, terutama kepolisian. Pasalnya, kata Ade, jika ia telat diselamatkan maka ceritanya akan berbeda.
"Mereka (polisi) sempat tidak melihat namun teman-teman berteriak, ada juga seorang teman jurnalis lainnya yang minta agar polisi segera turun tangan, mereka (polisi) betul-betul mendobrak tuh. Jadi menggunakan kekerasan, tapi secara benar ya, untuk menyelamatkan saya dan mereka yang menyelamatkan saya," sebut Ade Armando.
Sumber: republika.co.id
Artikel Terkait
Toxic Leadership Kapolri Listyo Sigit: Benarkah Pemicu Utama Krisis Komunikasi Pemerintahan Prabowo?
8 Jenis Pizza Italia Autentik yang Bikin Lidah Bergoyang: Dari Margherita hingga Siciliana!
Kritik Pedas Kuasa Hukum untuk DPR di Kasus Hogi Minaya: Siapa yang Salah?
KPK Minta Alat Canggih untuk OTT, Target 30 Operasi Per Tahun: Apa Saja Senjatanya?