Ditempat yang sama, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi mengungkapkan berbagai upaya dilakukan dalam rangka meningkatkan produksi sehingga ketersediaan beras dalam negeri benar-benar mampu dipenuhi sendiri, bahkan surplusnya dapat diekspor. Suwandi berharap kedepannya Jeneponto dengan potensi alam yang sangat baik ini dapat menerapkan sistim pertanaman IP400.
Untuk pencanangan ini Varietas Padi yang ditanam adalah Inpari 42, Inpari 32, Mekonga dan Produktivitas rata rata 5,4 ton/ha, Varietas jagung yang ditanam Pertiwi 2, Pertiwi 3, NK, RK457, Nasa29 dengan produktivitas rata rata 7,8 ton/ha.
Untuk diketahui Kabupaten Jeneponto dengan produksi padi tahun 2021 sebesar 163.218 Ton GKG setara dengan 93.181 ton beras. Sedangkan Potensi Luas panen padi se-Kabupaten Jeneponto bulan Mei 2022 : 609 Ha dengan estimasi produksi: 4.090 ton GKG. Untuk realisasi Luas Panen Padi Kabupaten Jeneponto 2021 : 29.018 ha dengan estimasi produksi : 163.218 Ton GKG dan Produktivitas 2021 : 5,62 ton/ha.
Sumber: akurat.co
Artikel Terkait
Dirut BPJS Kesehatan Tantang Anggota DPR: Saya Gaji Anda Kalau Bisa Rapikan Data PBI dalam Seminggu!
Wali Kota Denpasar Langsung Bayar Rp 9 Miliar: 24 Ribu Warga Kembali Dapat BPJS Kesehatan!
11 Juta Peserta BPJS Kesehatan Dinonaktifkan! Apa Dampaknya Bagi Pasien Kronis & Solusi 2026?
4 Alasan Tersembunyi Jokowi Desak Prabowo-Gibran 2 Periode: Strategi Cerdas atau Ambisi Terselubung?