polhukam.id. Pembacaan keputusan sidang etik yang dilakukan oleh Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi sebenarnya seperti anti klimaks. Setelah Ketua KPK non aktif Firli Bahuri resmi mengirim surat pengunduran diri kepada Presiden RI.
Baca Juga: Sebuah Ledakan Bom Terjadi Di Dekat Kedutaan Besar Israel Di New Delhi India
Walupun terkesan terlambat tapi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) akhirnya menyatakan Komisioner nonaktif KPK Firli Bahuri terbukti telah melanggar kode etik dan pedoman perilaku terkait pertemuan dengan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan lain-lain.
Firli dinilai telah melanggar Pasal 4 ayat 2 huruf a atau Pasal 4 ayat 1 huruf j dan Pasal 8 ayat e Peraturan Dewas KPK Nomor 3 Tahun 2021.
"Menjatuhkan sanksi berat kepada terperiksa berupa diminta mengajukan pengunduran diri sebagai pimpinan KPK," ujar Ketua Majelis Etik Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean saat membacakan amar putusan di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Rabu (27/12).
Artikel Terkait
Guru Depok Ditangkap Tawarkan Jasa Seksual, Diduga Idap HIV Sejak 2014 – Ini Faktanya!
Ade Darmawan Bongkar Siapa Pendana Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi?
Timnas Indonesia Menang Besar! Tapi Ada Masalah Serius di Lini Transisi Era Herdman
Roy Suryo & Dokter Tifa Gugat Jokowi di PN Solo: Ijazah Presiden Akhirnya Terbongkar?