Tentu saja hal itu adalah sindiran bagi menteri-menteri dan orang dekat Jokowi yang sudah ngebet dengan aksi-aksi pencitraan demi mengerek elektabilitasnya.
Betapapun pencitraan ini dilakukan, tapi tetap saja, menteri yang paling membawahi banyak bidang adalah Luhut Binsar Pandjaitan, begitu kata Rocky Gerung.
Rocky mengkritik sejumlah menteri di kabinet Jokowi kok lebih sibuk menebar pencitraan, tapi lupa bahwa situasi ekonomi saat ini sedang tidak baik-baik saja.
Padahal, di tengah ancaman resesi ekonomi dunia, sudah sepatutnya sinyal-sinyal bahaya tentang situasi pasar finansial global terkini sudah mulai nampak, ini yang harus jadi peringatan keras bagi menteri-menteri Jokowi, bukannya malah rajin turun untuk pencitraan.
"Indonesia ini elit-elitnya kayak masih primitif, seperti hidup di dalam gua dan mereka enggak tahu bahwa di luar sana saat ini sudah mulai terjadi krisis ekonomi riil, bubble di mana-mana, crypto dan portofolio lain nanti akan berantakan karena pertemuan antara kepentingan ekonomi perang. Nah, data data ekonomi makro di banyak negara itu yang mestinya diperhatikan oleh Kabinet. Malah menteri-menterinya sibuk "duh gue kena reshuffle apa tidak ya," kata Rocky.
Rocky pun menyindir Ganjar Pranowo jika ingin menjadi pemimpin besar, maka ia harus menguasai tentang ekonomi makro.
Artikel Terkait
Hary Tanoe & Dokumen Epstein: Benarkah Beli Rumah Trump dan Temui CIA Indonesia?
Ressa Rizky Rosano Buka Suara: Benarkah Sudah Nikah & Punya Anak di Usia 17 Tahun?
PPATK Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp155 Triliun: Devisa Negara Bocor ke Singapura?
Habib Bahar bin Smith Ditahan! Ini Pasal Berat yang Menghantuinya