'Betulkah UGM Lindungi Jokowi Dengan Segala Cara?
Oleh: Sultan Nazir
Kagama
"Jangan berbohong pada perasaanmu. Cepat atau lambat, itu akan menjadi hal yang paling kamu sesali."
Saat mobil Es Em Ka di tampilkan di depan rumah dinas Walikota Solo Loji Gandrung saat itu Pak Jokowi masih menjabat Walikota.
Dipamerkan di hari minggu, saya sempat menyentuh.
"Luar biasa ini mobil, sempurna" untuk sebuah karya anak SMK. Dalam hati, "ini barang bohongan".
Prolog awal ini sebagai awal dimana posisi saya terhadap kasus tanggal 15 April 2025 kemarin.
Karena Relawan Gadjah Mada (Relagama) yang diwakili beberapa teman berusaha menjadi fasilitator yang baik.
Isu akan ada tim yang mempertanyakan status ijazah Jokowi bergulir lama sebagai respons percakapan luas dimasyarakat.
Kemunculan tim Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang berisi beberapa tokoh nasional ada Rizal Fadhilah, Egy Sujana, ada dr. Tifa, mas Roy Suryo, termasuk yang terakhir Bang Rismon persoalan semakin serius karena semua memiliki kapasitas untuk mempertanyakan status ijazah Jokowi.
Surat untuk melakukan audiensi dengan pihak rektorat sudah diajukan hanya siapa yang memfasilitasi belum ada.
Sehingga beberapa rekan kami di Relagama mengambil inisiatif untuk membuka komunikasi dengan rektorat.
Pertimbangan bukan hanya sekedar memfasilitasi pertemuan tapi juga agar gerakan massa yang banyak berdatangan bisa kita atur dengan baik.
Artikel Terkait
Turis Australia Diperkosa Satpam di Bali: Kronologi Mengerikan di Balik Kamar Mandi Klub Malam
Presiden Prabowo Beri Perintah Rahasia ke Bahlil: Ini Strategi Darurat Minyak Imbas Perang Timur Tengah
Bahlil Larang Panic Buying BBM & LPG: Ini Dampak Perang Iran dan Cara Bijak Hemat Energi
Update Harga BBM Maret 2026 di Jateng: Pertalite Aman, Pertamax Naik Rp 500, Ini Daftar Lengkapnya!