Agenda efisiensi fiskal dan penertiban anggaran yang digulirkan Purbaya dinilai langsung mengenai jantung kepentingan para elite di berbagai lini. "Ini mengganggu kenyamanan dari sistem yang oligarkis ini," tegas Siriana.
Langkah Purbaya juga dianggap meluas, tidak hanya pada pembenahan internal Kementerian Keuangan, tetapi juga menyoroti proyek strategis seperti kereta cepat Whoosh dan terlibat polemik dengan sejumlah tokoh politik.
Ujian Loyalitas dalam Kabinet
Dinamika ini disebutkan menguji loyalitas ganda di internal pemerintahan. Klaim Purbaya bahwa semua tindakannya adalah perintah presiden menjadi penanda ujian kesetiaan bagi orang-orang di dalam kabinet, lembaga, hingga level daerah.
Pertarungan kepentingan antara agenda penataan anggaran dan struktur oligarki diprediksi akan terus menjadi sorotan utama dalam politik ekonomi Indonesia.
Artikel Terkait
Ketua BEM UGM Bongkar 4 Fitnah Keji yang Diterimanya: Dari LGBT hingga Penilapan Dana
Sjafrie Sjamsoeddin Tolak Cawapres 2029: Ini Alasan dan Dampaknya bagi Peta Politik
Lukisan SBY Rp 6,5 Miliar Laku ke Raja Batu Bara: Apresiasi Seni atau Transaksi Politik?
Sidang Ijazah Jokowi Memanas: Kuasa Hukum Desak Presiden Hadir Langsung Bawa Bukti Asli