Cucun menanggapi dengan memotong pembicaraan peserta tersebut. Dalam pernyataannya yang viral, Cucun menyebut peserta itu "arogan" dan menegaskan bahwa kebijakan ada di tangannya sebagai Wakil Ketua DPR. Ia kemudian menyatakan akan mengubah diksi dalam program dari "ahli gizi" menjadi "tenaga yang menangani gizi".
Lebih lanjut, Cucun mengusulkan bahwa peran ahli gizi bisa digantikan oleh lulusan SMA yang diberi pelatihan singkat selama tiga bulan dan disertifikasi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). "Tidak perlu ahli gizi. Nanti saya selesaikan di DPR," tegasnya.
Respons Publik dan Banjir Hujatan di Media Sosial
Pernyataan Cucun langsung memicu gelombang kritik dari warganet, terutama di platform Instagram. Akun pribadinya dibanjiri komentar pedas yang menyindir sikapnya yang dianggap arogan dan merendahkan profesi ahli gizi.
Beberapa komentar yang viral antara lain: "Saya yang buat undang-undang, saya yang buat aturan. Wkwkwkkw arogan sekali dpr ini", "RIP AHLI GIZI", serta kritik yang mempertanyakan alasan penolakannya terhadap saran dari organisasi profesi seperti Persagi.
Hingga berita ini ditulis, Cucun Ahmad Syamsurijal belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi lebih lanjut terkait kontroversi dan hujatan yang menerjang akun media sosialnya.
Artikel Terkait
Rahasia di Balik Retret Hambalang: Prabowo Uji Loyalitas Menteri Jelang 2026?
Retret Kabinet Prabowo 2026: Evaluasi Kinerja atau Uji Loyalitas di Balik Guyonan?
Partai Demokrat Laporkan 4 Akun Pendukung Jokowi: Maaf Tak Cukup, Proses Hukum Tetap Berjalan
Evaluasi UU Cipta Kerja Prabowo: Benarkah Janji Investasi Jokowi Hanya Isapan Jempol?