Gibran berjanji akan memberikan perhatian khusus untuk pengembangan ekonomi kreatif, khususnya dengan pendekatan teknologi dan kemajuan digitalisasi. Ia berharap produk-produk kreaif seperti di Pekalongan bisa semakin berkembang, bahkan mendunia.
"Ini penting, di SMK dimasukin kurikulum digital marketing dan ada Technopark," kata Gibran.
Gibran berharap, Kota Pekalongan, Solo dan Yogyakarta yang merupakan kota-kota penghasil batik, kedepannya bisa saling bersinergi dan melengkapi, bukan hanya bersaing. Sebab, masing-masing daerah penghasil batik tersebut memang memiliki produk dengan motif yang berbeda-beda.
Hal lainnya yang juga dibahas dalam pertemuan tersebut yakni akses internet yang merata di seluruh wilayah. Sebab menurut Gibran, internet memang sudah menjadi bagian penting dari pengembangan ekonomi, terutama digital marketing
Selailn berdiskusi, Gibran menyempatkan diri untuk melihat pameran dan memborong beberapa produk batik yang dipamerkan.
Baca Juga: 6 Pantangan yang Harus Dilakukan Pasca Kuret agar Fisik Tetap Prima dan Sehat
Salah satu pedagang batik yang juga pemilik merk batik Ndaru mengatakan bahwa Gibran sempat melihat-lihat kain batik hasil karyanya, dan membeli kain batik seharga Rp500.000.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: suaraburuh.com
Artikel Terkait
Jokowi Dikritik Pedas: Wacana 2 Periode Prabowo-Gibran Dinilai Terlalu Ambisius!
Gibran di Pilpres 2029: Hanya PSI yang Setia? Ini Peta Dinginnya Dukungan Partai
Jokowi vs Politisi Lain: Siapa Ahli Pencitraan Terhebat Menurut Mantan Harimau Jokowi?
Prabowo Dua Periode 2029: Rahasia Kepercayaan Diri Gerindra & Masa Depan Koalisi Tanpa Gibran